Abdon Nababan terpilih secara aklamasi, setelah peserta memilihnya dari 2 kandidat lainnya, yaitu Lalu Satria Wangsa dari region Bali Nusa tenggara dan Sujarni Alloy dari region Kalimantan. Sujarni Alloy secara mengejutkan mengundurkan diri sebagai kandidat sekjen.
“Saya minta maaf, saya mengundurkan diri dari pencalonan Sekjen AMAN demi organisasi, ” papar Alloy saat menyampaikan alasan pengunduran dirinya.
Tinggalah Lalu Satria Wangsa dan Abdon Nababan dari Region Sumatera. Dalam penyampaian misinya sebelum pemilihan, Abdon Nababan berjanji untuk fokus pada penguatan kaderisasi, ekonomi, informasi dan komunikasi, serta penguatan pengurus-pengurus wilayah dan daerah.
Seluruh peserta kongres langsung berdiri mengangkat tangan begitu nama Abdon disebutkan. Teriakan sukacitaa membahana, menandai dukungan mayoritas untuknya. Pimpinan sidang Hein Namotemo, langsung sigap mengumumkan Abdon Nababan sebagai pemenang proses pemilihan, yang diperkukuh dengan surat ketetapan kongres.
Keharuan dan gegap gempita kian terasa saat pelantikan Sekretaris Jenderal AMAN oleh tetua adat negeri Hibualamo. Ritual Homa Debini mengukuhkan Abdon Nababan sebagai seorang pemimpin. Diawali Awi You Ya Ihoro, atau pembasuhan kaki, penyematan Libuku Iyata, pemasangan Tuala atau penutup kepala dan jubah Kapita. Awi You ya Ihoro bermakna pembersihan dan pencerahan bagi seorang pemimpin yang akan menapaki dan menjelajahi Nusantara dalam mengemban tugas dan tanggungjawabnya, Tuala bermakna kebesaran hati di posisi tinggi untuk mengayomi komunitas-komunitas adat. Sedangkan Kapita adalah jubah seorang pemimpin penjaga kedamaian.
“Saya tadi dibasuh kaki, mudah-mudahan saya diberi semangat lebih lagi. Pada malam ini, saya diberi seperangkat alat adat, saya merasa diberi kekuatan oleh leluhur dan seluruh warga adat Tobelo. Mudah-mudahan bisa saya pergunakan untuk memimpin dengan cerdas, bijaksana, namun rendah hati.” Ucap Abdon.
Kini tugas besar sudah menghadang, 1.993 komunitas adat memandatkan Abdon Nababan untuk membawa mereka pada kedaulatan secara politik, kemandirian ekonomi dan kemartabatan budaya.