Saein, Jebolan IPB yang Kembali Menjadi Petani
"Uangnya saya belikan printer dan laptop mbak" kata Saein ketika ditanya untuk apa hadiah KEHATI Award 2009 ini. Saein adalah lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang balik menjadi petani, dengan bekal pengetahuannya, Saein berbagi ilmu kepada kelompok Tani Gemah Ripah untuk sistem pertanian organik. Saat ini Saein sudah menemukan Padi Mutiara yang maksimal jika ditanam dengan sistem organik.
03:36
- Genres
- Categories
- Keywords
- Country
- Language
| Video information | |
|---|---|
| Produced by | Yayasan KEHATI |
| Directed by | Gecko Studio |
| Contact | write the producer |
| Home page | more info |
| Produced | Oct 07, 2011 |
Full Description
Sosoknya sederhana, rendah hati, bicaranya sedikit berbisik dan tidak banyak berbicara. Namun ketika diajak bicara tentang pertanian organik dan pengendali hama organik, dia menjawab sangat lancar dan . Itulah Saein, lulusan IPB yang kembali menjadi petani di desa kelahirannya, Bukatedja, Purbalingga, Jawa Tengah. Ketika ditanya mengapa kembali ke sawah, dia hanya menjawab dengan senyum malu, dia bilang dirinya tidak cocok kerja di kota, dan ingin berbagi ilmu dengan petani di desanya satu lagi yang paling mendalam, dirinya merasa resah ketika melihat kesejateraan sesama kawan petani tidak kunjung terjamin, padahal Indonesia merupakan negara tropis yang sangat subur.
Tidak hanya sekedar bicara, kata-katanya ini diwujudkan dalam perbuatan. Hasilnya berupa bibit padi mutiara yang lebih banyak menghasilkan bulir padi jika diproses secara organik, juga beberapa obat pembasmi hama padi yang terbuat dari bahan-bahan organik yang mudah ditemui di sekitar tempat tinggal seperti bambu, bawang merah, dan lain-lain.
berbekal teori yang didapat dari bangku perkuliahaan inilah Saein mulai melakukan hal-hal kecil namun berarti dengan kelompok Tani Gemah Ripah, dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia. Mereka memanfaatkan mikroba akar bambu yang diolah dengan bekatul, kapur sirih, gula, nira dan terasi menjadi pupuk yang bermanfaat memacu pertumbuhan tanaman.
Selain pupuk dan pestisida alami, Saein juga menemukan bibit mutiara dengan menyilangkan varietas Pandan Wangi dan padi Wulung. Selain tahan wereng, padi ini juga menghasilkan lebih banyak bulir.
Menjadi Penyuluh Lepas
Berkat kegigihannya dan juga anugrah dari Yayasan KEHATI berupa Cipta Lestari KEHATI, saat ini Saein telah didukung oleh Pemerintah Daerah untuk menjadi penyuluh pertanian. Melalui pekerjaan barunya itu, Saein dapat menyebarkan pola pertanian ramah lingkungan dan kerap diminta berbagi keluar daerah seperti Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Hadiah yang didapat dari Yayasan KEHATI berupa kamera dan laptop sangat menunjang kegiatannya, yaitu mendokumentasikan hasil-hasil karyanya dan dibagikan kepada petani-petani di sekitarnya. "Uangnya saya belikan printer mbak", ujar Saein malu-malu ketika ditanya uang dari Yayasan KEHATI.
Targetnya adalah petani di desa tetangganya, saat ini sudah 800 petani di Desa Bukateja dan sekitarnya memanfaatkan hasil penelitiaanya. Targetnya tak muluk-muluk, dia ingin semua petani sejahtera tidak bergantung pada pupuk kimia.
Sambil mengayuh sepeda onthel dan menenteng cangkul, Saein melanjutkan aktivitasnya, memberikan pengetahuan kepada masyarakat petani sekitar dan melanjutkan niat mulianya yaitu petani mampu berdaulat atas produk yang dihasilkan tanpa bergantung kepada pemerintah.
Apa kabar petani garam? Bulog dan impor berasnya?









