Terror in Jakarta - A bomb package exploded in Utan Kayu (WARNING, SHOCKING SCENE!)

by EM News August 04, 2012

Jakarta was rocked by the three bomb packages sent to three targets on March 15, 2011. One of them was sent to the Islamic Liberation Network in Utan Kayu, East Jakarta. It exploded while it was being diffused by the police.

Show more
Duration 00:21
Genres
Topics
Tags
Country
Language
Producer Leander Gemilang
Year produced 2011
Pendukung
Pendukung says:
March 16, 2011

Bom Meledak di Halaman Gedung Kami

KANALINFORMASI - JAKARTA (16 Maret 2011) | Ledakan bom terjadi di halaman di depan gedung Institut Studi Arus Informasi (ISAI) tempat Kanal Informasi berkantor, Jl Utan Kayu 68H, 15 Maret 2011, sore hari. Di gedung ISAI, juga berkantor, selain Kanal Informasi, Kanalinformasi.com, TempoTV dan Yayasan Kajian Islam Utan Kayu. Di lantai basement terdapat teater ukuran kecil yang digunakan untuk studio TempoTV dan sekali-sekali untuk diskusi Yayasan Kajian Islam Utan Kayu, lembaga yang memayungi Jaringan Islam Liberal. Di gedung sebelah, yang dibatasi Kedai Tempo, berkantor Green Radio (89,2 FM), School for Broadcast Media (Sekolah Media Penyiaran), Kantor Berita Radio 68H, Asosiasi Wartawan Radio Republik Indonesia (Alwari), Perkumpulan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia dan Perkumpulan Pengembangan Media Nusantara. Ada juga Toko Buku Kalam. Kecuali Alwari dan Perkumpulan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia semua institusi itu masih bersaudara dan berhimpun dalam Komunitas Utan Kayu (KUK).

Dulu ada Jurnal Kalam, Galeri Lontar dan Teater Utan Kayu untuk kegiatan-kegiatan kebudayaan. Kini kegiatan kebudayaan di Komunitas Utan Kayu pindah ke Teater Salihara yang lebih luas di Jl. Salihara, Pasar Minggu. Salah seorang pendiri Komunitas Utan Kayu adalah Goenawan Mohamad, juga pendiri majalah TEMPO.

Bom yang disembunyikan dalam buku setebal 10 centimeter dikirim untuk Ulil Abshar Abdalla. Ulil adalah mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal. Ulil juga lama bekerja untuk ISAI sebelum ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan kembali beberapa tahun lalu. Kini Ulil aktif di Partai Demokrat, sebagai salah satu ketua.

Bom itu jelas ditujukan untuk membunuh. Kekuatannya yang walaupun digolongkan sebagai low explosive, cukup untuk menghancurkan wajah, kepala dan dada orang yang berusaha membuka buku tersebut. Pukul 14.00, 15 Maret, kawan-kawan kami di Kajian Islam Utan Kayu, curiga dengan kiriman sebuah buku tebal. Judulnya provokatif. Seorang kawan, Saidiman Ahmad, mengintip isi buku, dan melihat ada benda mirip kabel. Seorang kawan lainnya sadar bahwa buku itu benda berbahaya. Pada saat bersamaan, tiga orang polisi tidak berseragam dari Intelijen dan Pengamanan Mabes Polri, dipimpin Erwin Simanjuntak, datang ke kantor Kajian Islam Utan Kayu. Mereka sedianya datang untuk keperluan lain. Saidiman menyerahkan buku itu kepada tiga polisi itu yang segera membawanya ke bawah di teras Teater Utan Kayu. Mereka mengintip celah buku tersebut dengan senter. Para polisi itu melihat ada batere di dalam. Mereka menyimpulkan buku yang dilobangi tengahnya berisi peledak dan meminta kami menelpon polisi.

Sejumlah anggota Polsek Matraman, Jakarta Timur segera datang membawa metal detektor. Suaranya terdengar nyaring ketika metal detektor didekatkan ke buku tersebut. Beberapa waktu berikutnya Komisaris Polisi Dodi Rahmawan, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur datang. Garis polisi berdiameter 3 meter dipasang mengelilingi buku. Pukul 16.00, dua jam sejak kami melaporkan adanya paket itu ke Polsek Matraman, Tim Gegana belum datang. Komisaris Dodi berinisiatif untuk membukanya. Para Satpam kami diminta untuk menarik selang air, karpet basah, dan tabung pemadam kebakaran ke tempat paket ditaruh. Buku disiram air, Komisaris Dodi mulai membuka buku dengan cutter dan pisau dapur yang diambil dari Kedai Tempo.

Para wartawan mengabadikan dengan kamera. Tiba-tiba "buummm!" Asap abu-abu membumbung ke atas bersama serpihan kertas berwarna putih yang tersebar ke udara. Teriakan-teriakan panik terdengar. Komisaris Dodi terluka parah. Tangan kirinya hancur, serpihan dagingnya membasahi rambut seorang office boy kami yang berada di tempat kejadian. Seorang anggota Satpam kami terlempar hingga tiga meter ke belakang, pingsan. Sejumlah wartawan terhempas ke belakang. Sisanya bubar. Seorang polisi terduduk dengan wajah berwarna abu-abu terkena residu ledakan. Ia tampak shock. Suasana hiruk pikuk. Para korban kami bawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Gedung ISAI masih disegel polisi hingga beberapa hari ke depan. Ruang kerja kami dengan laptop pinjaman pindah ke gedung sebelah, satu atap dengan Kantor Berita Radio 68 H.

Kami mengutuk serangan ini. Kami berpendapat, serangan ini tidak hanya ditujukan untuk Komunitas Utan Kayu, untuk Jaringan Islam Liberal, namun juga serangan terhadap kebebasan berekspresi.


|*|*| Berita ini boleh disadur dan dikutip dengan menyebut sumbernya. |*|*|


Follow di Twitter: www.twitter.com/kanalinformasi

---------------------------
TENTANG KANALINFORMASI

KANALINFORMASI adalah saluran berita yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi(ISAI). Pemimpin Redaksi: Irawan Saptono | Redaksi: Tedjabayu, Wiratmo Probo, Sijo Sudarsono, Aris Santoso, Tri Mariyani Parlan, Jumono.
Alamat Redaksi, Jl. Utan Kayu No. 68H, Jakarta, 13120.
Telepon: (021) 819.2031 | Fax: (021) 856.7811 | Email: kanalinformasi@isai.or.id

Add comment

You can add a comment by filling out the form below. Plain text formatting. Comments are moderated.

Enter the word