Dongeng Rangkas (Trailer - English)

by Forum Lenteng August 16, 2012

The film 'Dongeng Rangkas' (Rangkas Story) is a feature-length documentary about two men living lives post the 1998 'Reformasi' era. Iron and Kiwong chose to live as tofu sellers while still keeping their dreams in hands. Kiwong dreams of becoming a better man, and provide for his family better. Meanwhile, Iron believes that music is a gift from God, and he wants to continue develop his musical fantasy with his underground band.

Show more
Duration 02:03
Genres
Topics
Tags
Country
Language
Producer Forum Lenteng
Director Andang Kelana, Badrul Munir, Fuad Fauji, Hafiz Rancajale & Syaiful Anwar
Website http://dongengrangkas.akumassa.org/
Year produced 2011
Distributor Forum Lenteng & Saidjah Forum
Sorrow
Sorrow says:
May 31, 2012
Terimakasih Makbul, atas resensi mearink tentang Dongeng Rangkas . Saya senang dengan kritik kawan-kawan Cinema Poetica atas filem ini. Dari saya ada beberapa catatan untuk tulisan ini, yang mungkin berguna untuk para pembaca.Dari paparan Makbul, tentang ruang menurut saya perlu sebuah kesadaran menonton yang meruang pula. Jadi tidak berhenti pada kesaran bentuk-bentuk baku yang seperti yang dimaksud oleh saudara Makbul. Ruang dalam filem adalah ruang fantasi' yang dibangun melalui kesadaran montase. Jadi, eksplorasi ruang tidak mesti harus dengan shot yang banyak atau pun yang spektakuler. Dalam sinema, satu frame telah membangun ruang-ruang imagi kepada penonton, apabila filem itu bisa menghadirkannya dengan baik. Ada pula karena tidak bisa menghadirkan dengan baik, penonton akan bosan dan tidak menangkap ruang lain' yang dihadirkan sutradara.Dalam kasus Dongeng Rangkas mungkin Makbul terlalu berharap permainan ruang-ruang visual yang beragam. Itulah yang dicoba dihindarkan dalam filem ini. Kehadir sebuah ruang adalah kode kepada konten yang dibicarakan pada filem itu. Saya tidak melakukan pembelaan pada filem ini , karena kesannya saya tidak menjadi objektif namun silakan menonton saja.Tentang referensi sinema, saya kira Makbul salah mengartikan referensi yang dimaksud. Kawan-kawan Forum Lenteng menjadikan mengetahuan visual sinema itu sebagai bagian dari konstruksi sejarah pengetahuan dalam karya-karyanya. Bukan merujuk, atau mencontoh apa yang telah dibuat oleh para sutradara2 seperti yang disebutkan dalam tulisan ini. Saya pribadi percaya, untuk menjadi pembuat filem yang baik, pengetahuan tentang bahasa dan pengetahuan itu wajib. Jadi, masalah kenyamanan antara hubungan antara satu gambar dengan gambar yang lain seperti kritik Makbul pada filem ini tentu bisa diperdebatkan. Hal nyaman apa yang dimaksud olehnya? karena pembedaan shot bagus, biasa (dalam ABCD) tidak sama sekali terjadi dalam proses penyutradaran filem ini. Namun hubungan antara satu shot dengan shot yang lain scene satu dengan yang lain merupakan rangkai-merangkai kode dan tanda Terakhir, tentang kemasan bagus saya kira itu adalah pilihan pembuat. Ada pembuat filem yang mengemasnya dengan gambar-gambar bagus (seperti Johan Van Der Kauken) namun ada juga dengan gambar-gambar yang tidak perlu bagus .SalamHafiz
Add comment

You can add a comment by filling out the form below. Plain text formatting. Web and email addresses are transformed into clickable links. Comments are moderated.

Enter the word