Aksi pada 8 Juni 2010 ini langsung dihadang oleh aparat brimob sehingga bentrokan tidak dapat terelakkan dan menewaskan 1 orang dilokasi kejadian, amukan massa tidak dapat dihindari lagi setelah mereka melihat rekannya yang kebetulan seorang wanita tergeletak tak bernyawa akibat terkena peluru oknum aparat yang kabarnya diturunkan dari Pekanbaru tersebut, sedikitnya 20 unit sepeda motor, 3 unit mobil carry pickup dan 4 buah rumah roboh dan 1 buah rumah dibakar massa.
Sejauh ini pihak Polda Riau, belum memberikan keterangan resmi. Sementara pihak perusahaan PT Tri Bakti Sarimas yang bersengketa dengan petani Koperasi Unit Desa Prima Sehati terkesan tutup mulut dan menghindar dari wartawan.
Sutiman, warga Desa Koto Cengar mengungkapkan, peristiwa berdarah Selasa siang itu bermula dari perselisihan antara PT TBS dan warga selaku anggota Koperasi Unit Desa Prima Sehati. KUD dan PT TBS bekerjasama menanam kelapa sawit. Petani KUD Prima Sehati menyediakan lahan seluas 9.300 hektar, sementara PT TBS yang melakukan penanaman sampai panen.
Penanaman sudah dilakukan sejak tahun 1998, namun petani baru mendapatkan hasil usaha pada tahun 2008 atau setelah enam tahun masa panen. Hasil panen yang diberikan PT TBS juga dinilai sangat rendah, yakni Rp 70.000 sebulan untuk lahan seluas dua hektar. Padahal di luar, kelapa sawit yang sudah berumur 10 tahun sudah dapat menghasilkan uang Rp 4 juta.
“PT TBS membohongi petani,” kata Sutiman.
Warga anggota KUD kemudian berupaya untuk membicarakan kenaikan setoran hasil panen PT TBS. Namun, perusahaan itu tidak menggubris tuntutan petani. Petani akhirnya berdemo dan sejak dua pekan lalu warga petani memblokir jalan di areal plasma sehingga panen terhenti.
Pada Selasa pagi, ratusan petani KUD Prima Sehati memanen sendiri kelapa sawit plasma di areal yang disengketakan. Sementara pihak perusahaan rupanya berupaya menghentikan upaya paksa petani itu dengan mendatangkan aparat Brimob dari Polres Kuansing.
Polisi meminta petani menghentikan pemanenan namun tidak digubris. Bentrokan akhirnya pecah dan polisi menghalau massa dengan tembakan. Dua orang tertembak dan seorang diantaranya meninggal dunia. Ketua KUD Prima Sehati, Supri Suryadi, ditahan dan dibawa ke Mapolres Kuansing di Taluk Kuantan.