Everyone Leads the Movement: Fay's Occupy Jakarta Speech

by occupyjakarta August 21, 2012

The global Occupy movement spread to Indonesia as dozens of people participated in a peaceful Occupy Jakarta protest in front of the Jakarta Stock Exchange complex. Writer and activist Hilmar 'Fay' Farid pumped up the crowd with his speech.

Show more
occupyjakarta
occupyjakarta says:
October 23, 2011

Berikut transkrip dari ucapan Fay:

Selamat siang kawan-kawan,

Ini hari yang bersejarah buat kita semua, buat saya. Kita memenuhi panggilan dunia dan panggilan sejarah berkumpul di sini dan memulai suatu gerakan baru. Kenapa sayang bilang baru? Karena ini memang tidak ada presedennya dalam sejarah.

Semalaman, dari semalam sebetulnya, orang sudah ribut di Twitter. Siapa yang pimpin?. Media sibuk cari siapa contact person?. Tidak ada contact person. Kita semua di sini adalah contact person itu. Jadi kalau media mau wawancara siapapun yang di sini, dialah 99% itu. Sama pak polisi, satpam-satpam yang jaga ini, yang gajinya kecil, dialah 99%. Mereka sadar atau tidak itu perkara lain.

Itu sebabnya kita berkumpul di sini untuk membangun kesadaran bersama. Tidak ada yang memimpin semuanya pemimpin dan semua pengikut. Jadi sistem ini yang baru. Kita tidak mengenalnya dan mungkin masih sedikit risih. Bagaimana caranya kita mengorganisir diri dengan cara yang baru. Ya belajar!. Tidak ada rumus untuk ini.

Kita akan duduk di sini setiap hari. Semoga bisa berjalan terus. Dengan pesan yang sama, bahwa kita 99% dan untuk itu kita berkumpul.

Nah kita dengar tadi ada banyak perdebatan pasti dan ini jalan yang tidak mudah. Kalau gerakan ini mudah sudah selesai dari dulu-dulu. Untuk apa lagi berkumpul. Gerakan ini sulit makanya kita berkumpul. Dan untuk itu pasti ada proses belajar terus menerus kawan tadi protes, mau menduduki tempat ini saja kita minumnya Aqua, bukannya memperkaya Danone, saya pikir kawan itu sebaiknya maju memberikan kita kuliah. Memberi kita ceramah dan penjelasan mengapa?

occupyjakarta
occupyjakarta says:
October 23, 2011

Ini hari yang bersejarah buat kita semua, buat saya. Kita memenuhi panggilan dunia dan panggilan sejarah berkumpul di sini dan memulai suatu gerakan baru. Kenapa sayang bilang baru? Karena ini memang tidak ada presedennya dalam sejarah.

Semalaman, dari semalam sebetulnya, orang sudah ribut di Twitter. Siapa yang pimpin?. Media sibuk cari siapa contact person?. Tidak ada contact person. Kita semua di sini adalah contact person itu. Jadi kalau media mau wawancara siapapun yang di sini, dialah 99% itu. Sama pak polisi, satpam-satpam yang jaga ini, yang gajinya kecil, dialah 99%. Mereka sadar atau tidak itu perkara lain.

Itu sebabnya kita berkumpul di sini untuk membangun kesadaran bersama. Tidak ada yang memimpin. Semuanya pemimpin dan semua pengikut. Jadi sistem ini yang baru. Kita tidak mengenalnya dan mungkin masih sedikit risih. Bagaimana caranya kita mengorganisir diri dengan cara yang baru. Ya belajar!. Tidak ada rumus untuk ini.

Kita akan duduk di sini setiap hari. Semoga bisa berjalan terus. Dengan pesan yang sama, bahwa kita 99% dan untuk itu kita berkumpul.

Nah kita dengar tadi ada banyak perdebatan, pasti. Dan ini jalan yang tidak mudah. Kalau gerakan ini mudah sudah selesai dari dulu-dulu. Untuk apa lagi berkumpul? Gerakan ini sulit makanya kita berkumpul. Dan untuk itu pasti ada proses belajar terus menerus.

Kawan tadi protes, mau menduduki tempat ini saja kita minumnya Aqua. Bukannya memperkaya Danone? Saya pikir kawan itu sebaiknya maju, memberikan kita kuliah. Memberi kita ceramah dan penjelasan: mengapa?

*) transkripsi oleh Yerry Niko Borang, dengan secuil suntingan saya.
— with Hilmar Farid at Bursa Efek Indonesia.