Featured Filmmaker: FX Making

oleh Yerry Nikholas Borang Dec 05, 2011
FX Making adalah bagian dari kelompok pemuda dari Papuan Voices yang mencoba mendokumentasi berbagai persoalan kemasyarakatan di tanah Papua melalui lensa kamera. Dia mendedikasikan hidupnya untuk berjuang secara sosial melalui media yang mulai digemarinya, audio-visual.

Nama: FX. Making (Frengky)

Umur: 30

Lokasi: Jayapura (Port Numbay), Papua

 

 

 

Kegiatan saat ini:

Saat ini saya sedang bekerja di SKPKC Fransiskan Papua, di bagian informasi dan dokumentasi.

 

Video Pilihan


Ceritakan siapakah kamu sebagai seorang pembuat film

Saya menyukai sebagai keseluruh proses pembuatan video mulai dari menjadi produser (penulis skrip dan konsep cerita), mengoperasi kamera, hingga editing.

 

Bagaimana kamu memilih video sebagai mediummu? Mengapa kamu menyukai dan bekerja dengan gambar bergerak?

Awal mulanya saya adalah seorang aktifis Hak Asasi Manusia (HAM) dan lingkungan-sosial. Saya juga sering ikut demonstrasi bahkan memimpin aksi demonstrasi. Namun upaya ini kurang maksimal sehingga saya mulai belajar membuat video. Dimulai sejak saya mengikuti pelatihan yang di lakukan oleh EngageMedia dan SKPKC Fransiskan Papua, sehingga akhirnya saya dan kawan-kawan mencoba membuat suatu video advokasi yang bisa membawa perubahan di tanah ini.

 

Apa saja tema/topik yang kamu angkat di dalam karya-karya videomu?

Isu-isu utama yang kami angkat ke video adalah ketidakadilan, isu referendum, masalah gerakan perlawanan masyarakat Papua terhadap pemerintah dan NKRI, pelanggaran HAM, dan kenyataan sehari-hari di Papua.


Apa yang menarik menjadi pembuat video - atau bagaimana Anda akhirnya ingin membuat video dengan isu-isu ini? Apakah itu terjadi pada saat itu, atau apakah itu sebuah proses?

Hal ini tentu bagi saya adalah sebuah proses, terdapat banyak masalah di Papua. Mulai dari dialog Jakarta-Papua,genosida, majinalisasi, tuntutan referendum, NKRI harga mati, merdeka harga mati, kendala otonomi daerah. Namun akhir-akhir ini tuntutan untuk mengadakan referendum NKRI harga mati menjadi masalah utama di Papua. Apalagi setelah digelarnya Kongres Rakyat Papua III pada tanggal16-19 Oktober 2011 di Jayapura, dan Pemerintah sendiri tidak menyukai hal ini.

Gerakan perlawanan rakyat Papua yang semakin nampak melalui aksi demonstrasi dan sebagainya. Saya merasa kenyataan hidup semakin sulit bagi kami. Masyarakat asli Papua semakin tergusur dari tanahnya sendiri. Sedang hak-hak kepemilikan masyarakat atas tanah adat mereka hilang karena perampasan oleh pihak luar. Sayangnya tidak banyak media yang menyoroti. Saya ingin kabar dari Papua bisa dilihat dan disaksikan oleh masyarakat lainnya yang ada di Indonesia khususnya dan secara internasional. Saya juga sangat meyakini bahwa masyarakat Papua kelak membutuhkan dokumentasi audio visual terkait perjuangan masyarakat Papua. Hal ini yang mendorong saya memilih berjuang melalui video.


Antara lain, banyak pekerjaan Anda menekankan masalah Papua dan kejadian sehari-hari, Ceritakan lebih banyak tentang itu dan apa itu papuan voices?

Mengenai menekankan masalah dan kejadian sehari-hari di Papua karena selama ini saya juga sering menonton di televisi swasta, media cetak baik lokal maupun nasional yang memberitakan tentang Papua. Namun di antara sekian berita yang bena, ada juga sebagian berita yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya dan realita yang ada di Papua. Hal ini yang mendorong saya untuk membuat video tentang masalah Papua dan kejadiannya.

Papuan Voices adalah sekelompok orang muda pembuat video perubahan dari Papua yang ada di Merauke dan Jayapura. Papuan Voices adalah salah satu sarana media video dari Papua. Kami adalah sebuah tim kerja yang lahir untuk menceritakan realita yang terjadi di Papua. Jika selama ini banyak Orang dari luar Papua yang membuat video tentang Papua, maka sekarang kami anak negri Cendrawasih (Papuan Voices) yang ada di Tanah Papua akan membuat video tentang kami, masyarakat Papua. Tapi tentunya kami tetap bekerjasama dengan siapa saja yang mempunyai niat yang tulus untuk membangun masyarakat Papua menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kami ada berkat bantuan dari EngageMedia yang bersedia mengirimkan staf mereka untuk melatih kami bagaimana cara membuat cerita yang akan dijadikan bahan video untuk perubahan.


Ceritakan video yang paling kamu sukai, dalam hubungan dengan keadilan sosial atau lingkungan hidup.

Video favorit saya adalah tentang lingkungan hidup. Ini karena ini hasil karya pertama saya dan teman-teman di saat pelatihan pertama Papuan Voices bersama EngageMedia.  Videonya berjudul Saving the Pinang Culture.


Bagaimana menurut Anda distribusi online adalah mengubah bidang pembuatan video independen? Bagaimana Anda menggunakan alat online dan internet apakah memudahkan berkarya sebagi pembuat video?

Menurut saya distribusi online sangat baik sebab seharusnya video yang berguna untuk perubahan harus bisa diketahui orang yang memerlukannya. Jika saya punya video mengapa saya harus menyimpannya, jika hal itu berguna buat informasi kepada masyarakat. Tentu saja jika berbicara mengenai video distribusi di internet, kami akan banyak terkendala oleh fasilitas internet yang kurang baik di tempat kami, Papua.

 

Links

 

If you know of any interesting filmmakers around Asia Pacific you'd like to see featured on EngageMedia.org, write to us today!