Committee of Management (Board) - Dewan Pengawas

oleh Yerry Nikholas Borang May 02, 2019

Rachel Maher

Rachel Maher - Presiden

Rachel Maher adalah direktur proyek di agen pengembangan media, Internews, bekerja untuk media baru, teknologi, dan advokasi dengan para jurnalis dan produser di Afghanistan. Sebelumnya dia bekerja sebagai pengkampanye hak-hak jurnalis dan kebebasan berekspresi dan dengan Internews in Sri Lanka. Rachel memiliki pengalaman beberapa tahun sebagai produser dan mentor dalam produksi dan pelatihan media di Australia dan di negeri-negeri lain. Karya-karyanya berfokus pada komunitas masyarakat adat dan migran serta pemberdayaan kaum muda. Dia bekerja selama beberapa tahun di radio komunitas di Australian dan sebagai freelance di Radio New Internationalist, ABC Radio National, SBS dan the Pacifica Network in the USA dan newmatilda.com.

Rachel adalah Wakil Presiden EngageMedia, organisasi yang beradvokasi dan mendistribusikan video di seluruh Asia Tenggara dan Pasifik, dan menjadi Dewan Pengawas pada the Community Broadcasting Foundation di Australia. Dia menyelesaikan studi sarjananya di bidang film dokumenter dan televisi di Victorian College of the Arts pada 2002 dan saat and saat ini menempuh studi pasca sarjana bidang jurnalisme di the University of Technology di Sydney.

Enrico Aditjondro - Wakil Presiden

Enrico merupakan mantan Editor Asia Tenggara untuk EngageMedia.org dimana dia memfokuskan diri pada isu perubahan iklim dan Papua Barat dan membawakan isu-isu regional dari tahun 2009 hingga 2013. Sebelumnya, dia menjadi jurnalis di Maritime Workers’ Journal di kota Sydney, menjadi jurnalis lokal untuk ABC News (US), dan penanggung jawab media untuk Food and Agriculture Organization di Jakarta.

Saat ini dia menjalakan kampanye mengenai pembatasan tembakau di Indonesia melalui World Lung Foundation sembari menyelesaikan serangkai video tentang Raja Ampat Papua dengan Small Towns Big Stories.

Enrico Aditjondro sering berurusan dengan masalah politik dan selama beberapa tahun melakukan kampanye soal konflik perburuhan Australia, kebebasan berekspresi media di Indonesia, munculnya virus avian influenza, pelanggaran HAM di Timor Lester, dan masyarakat adat di Papua.

Merlyna Lim

Merlyna Lim – Sekretaris

Merlyna Lim adalah professor di School of Journalism and Communication di Universitas Carleton. Dia menjadi periset pada Canada Research Chairin Digital Media and Global Network Society.

Ketertarik penelitiannya adalah seputar implikasi sosial dari media digital terutama di dalam konteks non masyarakat barat. Dia juga meneliti dampak dari penggunaan media digital pada kasus-kasus pembangkangan rakyat, termasuk Arab Spring, gerakan Malaysian Bersih (electoral reform) movement, dan gerakan populer di Indonesia.

Dia menduduki jabatan di Universitas Princeton, Universitas Negeri Arizona, Royal Netherlands Institute of Southeast Asian dan Caribbean Studies (KITLV) dan juga Universitas Southern California.

Andrew Lowenthal (Ex-Officio)

Andrew Lowenthal telah bekerja di bidang aktivisme media dan teknologi sejak 1998. Memulai aktivitasnya bersama aktivis video di Melbourne, Australia, Access News di akhir sembilan puluhan sebelum beranjak untuk bekerja sebagai editor dan koordinator untuk Indymedia Melbournedan jaringan Indymedia global selama enam tahun.

Dari tahun 2006-08, dia bekerja dengan organisasi Tactical Technology Collective yang berbasis di Inggris, sebagai pemimpin proyek partisipasi media, mengedit seri NGO-in-a-box, sebuah alat bantu perangkat lunak merdeka, dan karya selanjutnya Message-in-a-box, dan juga menjadi fasilitator berbagai kemah pelatihan di Indonesia, Belanda, Thailand dan India.

Andrew adalah pendiri dan Direktur Eksekutif EngageMedia dan beraffiliasi dengan Berkman Center for Internet & Society at Harvard University.

Malavika Jayaram

Malavika Jayaram – Member

Malavika adalah direktur eksekutif di Digital Asia Hub, sebuah lembaga riset independen di Hong Kong yang awalnya digagas oleh Berkman Klein Center for Internet and Society di Harvard University, USA di mana Malavika  juga menjadi Faculty Associate.

Sebagai seorang pengacara di bidang teknologi yang sudah bekerja selama lebih dari 15 tahun, dia melakukan praktik hukum di firma-firma terkemuka seperti Allen & Overy, London dan Wakil Presiden dan Penasihat Teknologi untuk Citigroup. Dia memberi pengajaran pertama di India soal Informasi Teknologi dan Hukum di tahun 1997 dan kelas tambahan di Universitas Northwestern Pritzker School of Law di Chicago.

Dia juga menjadi bagian dari dewan penasehat Mozilla’s Tech Policy Fellowship, dan Chatham House (the Royal Institute of International Affairs) sebagai bagian Program Asia-Pasifik. Dia juga menjadi anggota Tingkat atas Kelompok Penasehat Ahli pada OECD project, “Going Digital: Making the Transformation Work for Growth and Well-being”. Akun Twitter Malavika adalah @MalJayaram.

Martin Potter

Martin Potter – Member

Martin Potter adalah seorang peneliti dan anggota fakultas School of Communication and Creative Arts di Universitas Deakin di Victoria, Australia. Sebelumnya dia pernah menjadi Associate Professor di Universitas James Cook dan bekerja dengan Universitas Monash dan Universitas Queensland’s Centre of Communication for Social Change.

Dia adalah seorang sutradara kreatif yang mendapat berbagai penghargaan dan menjadi produser dari transmedia dan media untuk proyek-proyek pembangunan. Dia juga menjadi sutradara Big Stories Co. Karyanya termasuk proyek media partisipatif dalam Big Stories, Small Towns, yang memenangkan penghargaan Community Champion pada SxSW Interactive; Stereopublic: crowdsourcing the quiet, pemenang penghargaan TED City 2.0; dan The White Building yang berlangsung pada 2010 – 2017 di Phnom Penh, Kamboja.

Martin juga telah menyelesaikan program doktoral di Screen Studies dari Universitas Flinders di Australia Selatan.