Pedoman Membuat Teks Film yang baik

by EM News May 01, 2019

Teks film sehari-hari telah dipakai sebagai pendamping utuk memperjelas film/video. Meski telah menjadi praktek umum namun masih saja sulit untuk menemukan teks film yang layak dan baik. Teks film atau video sangat penting untuk menambah nilai bagi transfer makna film kepada para penonton. Di sini berarti semakin baik teks film yang dihasilkan semakin terbantu penonton memahami maksud dan pesan pembuat film. Secara khusus saat informasih ini dibuat, tidak banyak standard atau panduan sejenis untuk kontes film berbahasa Indonesia yang tersedia, baik di internet maupun buku-buku. Karena itulah, untuk kemajuan teks film/video berikut contoh-contoh yang baik cara membuat teks film yang dibuat engagemedia:

Waktu

  • Teks film akan muncul dan menghilang tepat saat kata-kata diucapkan para pemeran film. Namun kita juga mesti menjaga agar teks tampil cukup lama sehingga orang berkesempatan untuk membacanya.

  • Semaksimal mungkin hanya ada dua baris teks film dalam kemunculan setiap layar film.

  • Menentukan waktu minimal untuk dialog sangat pendek adalah 1.5 detik (percakapan semacam oke, baik). Periode

  • minimal ini tidak berlaku dalam beberapa kasus saat terjadi dialog yang sangat cepat.

  • Sangat baik untuk mempertimbangkan apakah penonton dapat membaca teks dan pada saat bersamaan bisa terus mengikuti cerita film.

  • Jika sebuah lirik berulang, ciptakan jarak di akhir lirik dan mulai lirik setelahnya sedetik kemudian. Ini untuk memastikan ada efek “kedip” secara visual antara baris pertama dan kedua yang mengindikasikan bahwa lirik dinyanyikan dua kali.

  • Gunakan teks film yang berbeda setiap dialog kalimat. Hindari mengakhiri sebuah kalimat dan memulai sebuah kalimat dalam baris teks yang sama, kecuali kalimat kedua sangat pendek.

Makna

  • Saat membuat teks film dari sebuah bahasa yang berbeda, terjemahkan makna/arti dan tidak hanya kata per kata, akan memastikan kita menerjemahkan maksud kalimat tersebut ke penonton dari bahasa berbeda.

  • Jika memungkinkan, kutipan yang diberikan oleh figur publik mesti ditulis verbatim (kata demi kata sebagaimana yang diucapkan).

  • Tetap pertahankan kata-kata seperti “tapi”, “lah”, “gitu”, karena penting untuk mengekspresikan maksud kalimat.

  • Pastikan setiap percakapan diberi keterangan tambahan, baik itu dari bahasa yang berbeda, dialek atau slang.

Suara

  • Saat percakapan tidak terdengar dengan jelas, karena sesuatu hal, letakkan suatu keterangan soal itu misalnya (suara sayup-sayup karena bunyi truk melintas).

  • Keterangan efek suara diberikan dalam huruf kecil-baris miring (anjing menggonggong) (bayi menangis)

  • Jika percakapan dilakukan beberapa orang sekaligus, atau film terpotong di antara beberapa omongan orang, pertimbangkan untuk memberi nama orang untuk mengidentifikasi siapa yang sedang berbicara, misalnya:

(John) Apa yang kamu katakan?

(Sarah) Menurutku ini sangat bagus.

  • Salah satu metode untuk mengindikasikan nyanyian dalam sebuah video adalah dengan memberi ruang yang diisi dengan simbol/ikon musik (♪) sebelum dan setelahnya misalnya: ♪ Buffalo soldier, in the heart of America

  • Cara lain yang untuk memberi keterangan musik adalah dengan menggunakan hashtag (#) di awal tiap baris untuk mengindikasikan lirik misalnya: # Buffalo soldier, in the heart of America #

  • Saat orang berbicara namun tak ada suara, diberi keterangan [tak ada suara] atau [hening].

Tanda baca

  • Ada berbagai pendapat soal penggunaan tanda baca di dalam pembuatan teks film termasuk penggunaan titik, koma. Pembuat film dan There are mixed views on produk televisi umumnya tidak menggunakannya, namun banyak penerjemah menganggap hal ini cukup berguna saat menerjemahkan teks film baik secara online maupun tidak. Sejumlah orang meyakini bahwa penggunaan koma di akhir kalimat memberi tanda bagi mata untuk bisa kembali menengok gambar karena bakal tidak ada kelanjutan teks film.

  • Tanda tanya (?) dan tanda seru (!) mesti digunakan untuk menandakan sebuah pertanyaan atau penekanan. Mereka diletakkan segera setelah jatuhnya karakter terakhir dari baris teks film.

  • Gunakan satu spasi kosong setelah koma, titik-koma, dan titik pada pertengahan teks film, sebelum menggunakan pembuka dan penutup tanda kurung.

  • Saat seorang pembicara terinterupsi dan pembicara lain baru selesai mengucapkan kalimat, interupsi ini mesti di harus disampaikan oleh tanda hubung ganda atau tanda hubung tunggal panjang.

  • Gunakan kurung titik/elipsis (...) ketika ada jeda yang signifikan dalam teks. Namun, jangan gunakan elipsis untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut berlanjut ke teks berikutnya.

  • Gunakan tanda kutip untuk bacaan di layar dari sebuah puisi, buku, drama, jurnal, atau surat. Juga gunakan tanda kutip dan huruf miring untuk pembacaan di luar layar atau sulih suara.

Penggunaan Huruf Besar

  • Selalu awali kalimat dengan huruf besar.

  • Jangan memberi tekanan pada sebuah kata dengan menggunakan huruf besar kecuali untuk mengindikasikan sebuah teriakan.

 

Angka

  • Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi.

  • Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas.

  • Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat.

  • Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.

  • Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan "per-" (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya.

  • Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara "ke-" dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata.

  • Lambang bilangan yang mendapat akhiran "-an" ditulis dengan tanda hubung antara angka dan "-an" atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata.

  • Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah.

  • Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca.

  • Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat.

  • Awalan "ke-" tidak dipisah pada bilangan yang menyatakan jumlah dan pada bilangan ordinal. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang. Juga pada kata yang menunjukkan urutan, misalnya Ia adalah anak ke satu, Orang itu menempati urutan kedua di antara para pengunjung.

  • Angka yang panjang biasanya disajikan menurut aturan penulisan yang sesuai kaidah misalnya nomor telepon (xxx-xxxx; xxx-xxx-xxxx) atau angka panjang dalam kelompok (10,000 / 100,000).

  • Selalu menuliskan angka dari satu sampai sepuluh sebagai kata, tetapi gunakan angka untuk menuliskan angka yang lebih dari sepuluh misalnya "Tom selalu ingin sepuluh balon". "Tom ingin 54 balon".

  • Gunakan angka jika mengacu pada hal yang berhubungan dengan istilah teknis dan atletik misalnya, Dia mencetak 3 gol pada pertandingan hari ini!

 

Contoh penulisan angka

Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis diawali dengan ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian.

Tepat: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI

Keliru: abad ke sebelas, abad ke-sebelas, abad 11, abad ke 11, abad ke-XI, abad ke XI

 

Penulisan tahun

Tepat: 1960-an

Keliru: 1960an

 

Memecah kalimat

  • Kalimat terjemah mesti diakhir lewat pemberhentian bahasa yang alamaih, idealnya saat perpotongan klausa atau frase:

 

Keliru

Dia akan meningkatkan ke-

pemilikan jumlah sahamnya.

 

Tepat

Dia akan meningkatkan

Kepemilikan jumlah sahamnya.

 

  • Tidak memecah nama orang atau nama jabatan di dalam kalimat:

 

Keliru

Bob dan Susan

Miller berada di bioskop.

 

Tepat

Bob dan Susan Smythe

berada di bioskop.

 

Keliru

Suzy dan Professor

Barker ada di sini.

Tepat

Suzy dan Professor Barker

ada di sini.

 

  • Jangan pecah kalimat setelah konjugasi:

 

Keliru

Seketika dia tiba, dan

memesan minuman.

Tepat

Seketika dia tiba,

dan memesan minuman.

 

  • Tidak memecah kata kerja ataupun kata penghubung, contoh:

 

Keliru

Ibu berusaha mem-

buka botol kecap.

 

Tepat

Ibu telah mengikuti

acara televisi dari pagi.

 

Huruf miring

Huruf miring akan mengindikasikan salah satu dari hal berikut:

  • Suara pembacaan atas sebuah puisi, kutipan buku, drama, jurnal, surat dan sebagainya (Juga berlaku pada materi kutipan, hingga tanda kutip dibutuhkan.)

  • Saat seseorang sedang bermimpi, berpikir, atau mengingat sesuatu.

  • Saat berlangsung latar belakang suara yang penting untuk sebuah plot seperti Iklan atau Televisi.

  • Dialog yang tidak tampak di layar, narasi yang dibacakan narator, efek suara atau musik (ini termasuk musik latar).

  • Menandakan suara narator jika ada banyak pembicara atau suara tidak tampak dilayar.

  • Kata-kata atau frase dari bahasa asing.

  • Ketika sebuah kata sepenuhnya ditekankan dalam sebuah pidato misalnya Kita harus melawan!

Kata-kata dari bahasa tutur

  • Saat suatu kata diucapkan secara bahasa tutur semata, sebuah keterangan umumnya diberikan untuk menjelaskan, misalnya:

Narasi asli

“www dot D-C-M-P dot org”

“Seribu perak”

 

Kata keterangan

www.dcmp.org

Rp.1000

 

Hal lain

  • Penebalan dan garis bawah tidak dipakai dalam teks film



Untuk mengetahui lebih lanjut soal teks film online dan proyek alih bahasa, dan bergabung dengan tim penerjemah, mohon kunjungi project Lingua