Tim EngageMedia

oleh Yerry Nikholas Borang Jan 05, 2017

Andrew Lowenthal – Co-Founder and Executive Director (Boston)

Andrew Lowenthal telah bekerja di bidang aktivisme media dan teknologi selama lebih dari 10 tahun. Dimulai sebagai video aktivis di Access News di akhir 90an dan kemudian terlibat secara aktif di Melbourne Indymedia sebagai editor dan koordinator selama lebih dari 6 tahun.

Tahun 2006-2008, Andrew bekerja dengan Tactical Technology Collective yang berpusat di Inggris sebagai kepala progam partisipasi yang mengedit paket software gratis NGO-in-a-box series dan yang paling terkini adalah Message-in-a-box. Selain itu, Andrew juga memfasilitasi perkemahan pelatihan di Indonesia, Belanda, Thailand dan India. Andrew menjadi anggotaelain itu, Andrew juga memfasilitasi perkemahan pelatihan di Indonesia, Belanda, Thailand dan India. Andrew berdomisili di internet atau di suatu tempat antara Jakarta dan Melbourne. Andrew menjadi anggota Berkman Center for Internet & Society at Harvard Universitytahun 2012/13. Andrew berdomisili di internet atau di di mana saja diantara Jakarta dan Melbourne.

Bahasa: Inggris, Spanyol + Itali (Percakapan)

Kartika Pratiwi – Editorial and Outreach Officer (Yogyakarta)

Tika lahir di Malang, Indonesia. Dia lulusan Program S2 Master Cultural Studies di Yogyakarta.  Dia juga menjadi periset independen dan memiliki ketertarikan dalam wacana Peristiwa 1965, isu-isu Indonesia dan komunitas Tionghoa dan masalah pedagogi.

Di tahun 2008, dia bergabung dengan Forum KotakHitam, sebuah organisasi yang memfokuskan diri dalam riset, pelatihan, dan pembuatan video dokumenter. Selama kurun waktu ini dia mempublikasi tiga video dokumenter dan banyak lagi arsip video mengenai sejarah politik Indonesia dan memori kolektif.

Sejak itu, dia telah memimpin berbagai pelatihan dan training untuk mendorong guru-guru sejarah menggunakan media populer dalam proses pengajaran.

Bahasa : Inggris, Indonesia, Jawa, Belanda (Percakapan)

Kyal Yi Lin Six – Editorial and Outreach Coordinator (Yangon)

EM Kyalyi Kyal Yi Lin Six adalah seorang pembuat film yang dikenal dengan film documenternya berjudul 'The Open Sky', yang dilarang oleh pemerintah Myanmar karena tekanan dari kaum ekstrimis agama.

Dia memulai karir sebagai reporter untuk People Magazine di Myanmar pada tahun 2005, dan telah memiliki pengalaman delapan tahun bekerja di berbagai media di Myanmar.

Kyalyi belajar membuat film di Myanmar Motion Picture Organisation, British Council dan Yangon Film School. Dia juga bergabung dengan the Human Rights dan Human Dignity Film Institute sebagai siswa dan pembuat film.

Dia juga mempublikasikan novel dan sudah mempublikasikan lima novel. Ia juga seorang pengemar teknologi, dan bekerja sebagai web specialist bagi beberapa orang terkenal di Myanmar.

Sebagai Editorial and Outreach Coordinator, Kyalyi bekerja mendukung kerja komunikasi EngageMedia dan kerja-kerja outreach di Myanmar melalui kurasi konten, outreach dan pembangunan mitra.

Bahasa: Inggris, Myanmar & Melayu (Percakapan)

Seelan Palay – Editorial and Outreach Coordinator (Bangkok)

Seelan Palay adalah seorang seniman, pembuat film, dan aktivis sejak 2005. Selama 6 tahun terakhir, Seelan mengkampanyekan isu-isu HAM di Asia terutama di Singapura dan Burma. Dia memproduksi lebih dari 100 video dan merupakan kontributor pertama di EngageMedia. Seelan mengorganisir berbagai pameran, demonstrasi, forum komunikasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi untuk perubahan positif di Asia. Dia juga menjadi bagian dari panitia pelaksana Freedom Film Festival di Singapore.

Sebagai Video Lingua Coordinator di EngageMedia, Seelan bekerja untuk meluaskan akses publik dan komunikasi mengenai kisah HAM dan lingkungan dari Asia Tenggara dengan membangun dan mengembangkan jaringan sesama penerjemah sukarelawan dan pembuat subtitle di wilayah Asia Tenggara.

Bahasa: Inggris, Tamil + Melayu, Indonesia, Thai, Mandarin (percakapan)

Nikolas Borang – Indonesian Content and Training Officer (Jakarta)

Yerry Niko Borang adalah jurnalis independen yang tinggal di Jakarta. Semasa kuliah di Yogyakarta, dia sempat bergabung dengan gerakan mahasiswa angkatan 1998. Setelah itu melalui beberapa penerbit di Yogyakarta, turut menerjemahkan beberapa buku politik dan sastra berbahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, termasuk Animal Farm-nya George Orwell.

Pada 2004 bersama beberapa kawan dekatnya, dia berpartisipasi untuk membangun kembali Indymedia Jakarta. Dia bekerja sebagai jurnalis radio/web/video selama enam tahun lebih di vhrmedia.com dan banyak bekerjasama dengan jaringan radio dan media komunitas serta distribusi media offline.

Bahasa: Inggris, Indonesia + Jawa, Melayu-Manado, Jepang (percakapan)