Tim EngageMedia
Andrew Lowenthal – Co-Founder and Executive Director (Sydney)
Andrew Lowenthal telah bekerja di bidang aktivisme media dan teknologi selama lebih dari 10 tahun. Dimulai sebagai video aktivis di Access News di akhir 90an dan kemudian terlibat secara aktif di Melbourne Indymedia sebagai editor dan koordinator selama lebih dari 6 tahun.
Tahun 2006-2008, Andrew bekerja dengan Tactical Technology Collective yang berpusat di Inggris sebagai kepala progam partisipasi yang mengedit paket software gratis NGO-in-a-box series dan yang paling terkini adalah Message-in-a-box. Selain itu, Andrew juga memfasilitasi perkemahan pelatihan di Indonesia, Belanda, Thailand dan India. Andrew menjadi anggotaelain itu, Andrew juga memfasilitasi perkemahan pelatihan di Indonesia, Belanda, Thailand dan India. Andrew berdomisili di internet atau di suatu tempat antara Jakarta dan Melbourne. Andrew menjadi anggota Berkman Center for Internet & Society at Harvard University tahun 2012/13. Andrew berdomisili di internet atau di di mana saja diantara Jakarta dan Melbourne.
Bahasa: Inggris, Spanyol + Itali (Percakapan)
Anne Beatrice - Project Coordinator (Malaysia)

Lulusan Fakultas Multimedia jurusan Informasi dan Teknologi dari Universitas Melaka, Malaysia ini telah terlibat dalam gerakan mahasiswa sejak masa studinya di Universitas. Ia bekerja secara penuh di gerakan mahasiswa di wilayah Selatan dan Utara Semenanjung Malaysia dari tahun 2004-2010 untuk kampanye isu-isu hak asasi manusia seperti hak masyarakat adat (Orang Asli), hak buruh migran, hak pengungsi, dan hak-hak perempuan.
Dari 2004 to 2011, Anne menjadi sekretaris Gerakan Mahasiswa Katolik Malaysia. Bersama aktivis mahasiswa lainnya, dia mendirikan SALT Program dan SALT group, dan Inisiatif Utara Selatan (the North South Initiative), yang mendukung dan mengadvokasi perdamaian di Thailand Selatan, Papua, dan tegaknya demokrasi di kawasan ini. Dia juga menjadi bagian dari Kelompok Dukungan Malaysia untuk Demokrasi di Thailand.
Dia menjadi penasehat bersama untuk proyek video dokumenter dan kampanye advokasi, Projek Anti Kaiduan Dam, di Sabah. Saat ini masih menjadi anggota aktif the Community Action Network dan the International Catholic Movement for Intellectual and Cultural Affairs (ICMICA).
Bahasa: Inggris, Melayu + Tamil (percakapan)
Cheekay Cinco - Skills and Strategies Program Manager (Manilla)
Lahir, besar, dan tinggal di Filipina, Cheekay adalah aktivis perempuan yang telah bekerja lebih dari satu dekade di bidang teknologi nir-laba. Sejak 1998-2001, Cheekay bekerja dengan Asian Women's Resource Exchange (AWORC), pusat jaringan sumberdaya perempuan. Pada tahun 2002 hingga 2010, Cheekay bekerja pada Association for Progressive Communications (APC), dimana dia menjadi bagian dari Women's Networking Support Programme (WNSP) dan the Strategic Technologies and Network Development Programme (STAND).
Selama di APC, Cheekay mengembangkan Metode Evaluasi Gender (GEM), mengelola Feminist Tech Exchange (FTX), melakukan training tentang teknologi berbasis internet untuk organisasi lain, dan juga menulis manual dalam bidang sosial media untuk advokasi.
Sampai sekarang, Cheekay bekerja sebagai pelatih paruh waktu untuk berbagai kelompok aktivis lokal dan internasional, mengembangkan dan melakukan pelatihan untuk mendukung penggunaan strategis, aman, dan pantas dari teknologi berbasis internet untuk advokasi dan aktivisme.
Bahasa: Inggris dan Tagalog + Spanyol, Korea (Percakapan)
Dhyta Caturani - Migrant Workers Project Coordinator (Jakarta)

Dhyta telah menjadi aktivis jauh sejak di Sekolah menengah dan terbentuk lebih dalam ketika menjadi mahasiswa dengan bergabung dengan kelompok pergerakan mahasiswa dan menjadi anggota partai politik progresif.
Selamat dari pemukulan dan penembakan oleh Polisi ketika memimpin demonstrasi pada tahun 1999, Dhyta kemudian bekerja di berbagai LSM dan organisasi akar rumput. Ia bekerja untuk berbagai isu, seperti Perempuan, Anak-anak, Pekerja, LGBT, Kasus Penghilangan di tahun 1965, dan Hak Reproduksi dan Seksual untuk remaja. Selain itu, Dhyta berperan dalam membentuk beberapa organisasi, terutama organisasi perempuan dan LGBT baik di Indonesia maupun di New York, Amerika Serikat, dimana Dhyta tinggal sejak tahun 2001. Mulai tahun 2006, Dhyta membagi waktunya antara Indonesia dan New York.
Di tahun 2009, Dhyta turut mendirikan JAVIN, jaringan pembuat video dokumenter di Jakarta yang membuatnya bersentuhan dengan EngageMedia. Dhyta mendedikasikan kerja-kerjanya untuk keadilan dan persamaan untuk semua.
Bahasa; Inggris, Indonesia, Jawa + Manado (percakapan)
Diah Sekarwidhi - Southeast Asia Logistics Coordinator (Jakarta)

sebuah kolektif senirupa yang berfokus mempromosikan melek seni visual kepada kalangan muda di Semarang. Setelah mengikuti workshop kuratorial Ruangrupa Jakarta, Diah menjadi tim Jakarta Biennale 2009 sebagai koordinator fringe event.
Diah menerima fellowship dari Yayasan Kelola, untuk Magang Nusantara manajemen budaya di CCF Yogyakarta. Kemudian bekerja di Galeri senirupa kontemporer Nadi Gallery di Jakarta, yang membantunya mendalami manajemen budaya dan organisasi.
Bahasa: Inggris, Indonesia + Jawa (Percakapan)
Enrico Aditjondro – Southeast Asia Editor (Jakarta)
Enrico telah tinggal dan bekerja di Indonesia, Irian Barat, Amerika Serikat, Australia dan Timor Leste. Ia memulai karir jurnalismenya pada tahun 1998 ketika bergabung dalam THE MARITIME WORKERS’ JOURNAL di Sydney, menulis tentang isu perburuhan dan industri perkapalan. Menginginkan tantangan lebih besar, Enrico pindah ke Jakarta dan bergabung dengan the Southeast Asia Press Alliance tahun 2000 sembari melakukan banyak perjalanan dan bekerja untuk UNESCO dan UNTAET di Timor Leste.
Setelah itu, Enrico mengkampanyekan isu korupsi untuk Transparency International-Indonesia lalu menjadi Perwakilan Asia Tenggara untuk the International News Safety Institute.Pada tahun yang sama dia menjadi salah satu pendiri PARAS INDONESIA, salah satu situs web dua bahasa sosial-politik di Indonesia, sekaligus menjadi manajer editor. Enrico adalah penggemar EngageMedia sebelum memutuskan bergabung di bulan Mei, 2009. Kini Enrico bertempat tinggal di Jakarta, menulis, memproduksi film dan bertanggung jawab atas isi mengenai Asia Tenggara dalam EngageMedia.org.
Bahasa: Indonesia, Inggris, creole Papua Barat, Jawa + Tetum (percakapan)
Hendriati Trianita - Program and Operations Manager (Jakarta)

Maxim Solovyev – Finance & Administration Coordinator (Melbourne)
Maxim Solovyev adalah Akuntan lulusan Monash University. Dia telah menjadi akuntan di sektor nir-laba sejak tahun terakhirnya di universitas. Sebelumnya Maxim berpengalaman di industri retail sebagai Junior Administrasi. Maxim juga merupakan pemain sepakbola semi-pro yang berbasis di Melbourne.
Bahasa: Inggris, Rusia
Seelan Palay – Video Lingua Coordinator (Singapore)

Seelan Palay adalah seorang seniman, pembuat film, dan aktivis sejak 2005. Selama 6 tahun terakhir, Seelan mengkampanyekan isu-isu HAM di Asia terutama di Singapura dan Burma. Dia memproduksi lebih dari 100 video dan merupakan kontributor pertama di EngageMedia. Seelan mengorganisir berbagai pameran, demonstrasi, forum komunikasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi untuk perubahan positif di Asia. Dia juga menjadi bagian dari panitia pelaksana Freedom Film Festival di Singapore.
Sebagai Video Lingua Coordinator di EngageMedia, Seelan bekerja untuk meluaskan akses publik dan komunikasi mengenai kisah HAM dan lingkungan dari Asia Tenggara dengan membangun dan mengembangkan jaringan sesama penerjemah sukarelawan dan pembuat subtitle di wilayah Asia Tenggara.
Bahasa: Inggris, Tamil + Melayu, Indonesia, Thai, Mandarin (percakapan)
Yerry Niko Borang - Indonesian Content, Training and Projects Coordinator (Jakarta)

Yerry Niko Borang adalah jurnalis independen yang tinggal di Jakarta. Semasa kuliah di Yogyakarta, dia sempat bergabung dengan gerakan mahasiswa angkatan 1998. Setelah itu melalui beberapa penerbit di Yogyakarta, turut menerjemahkan beberapa buku politik dan sastra berbahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, termasuk Animal Farm-nya George Orwell.
Pada 2004 bersama beberapa kawan dekatnya, dia berpartisipasi untuk membangun kembali Indymedia Jakarta. Dia bekerja sebagai jurnalis radio/web/video selama enam tahun lebih di vhrmedia.com dan banyak bekerjasama dengan jaringan radio dan media komunitas serta distribusi media offline.
Bahasa: Inggris, Indonesia + Jawa, Melayu-Manado, Jepang (percakapan)
